Opinions Cerita Tentang Kami Engagement Join Now
STORY
Pentingnya Sosialisasi Anti-Perundungan di Sekolah

Pekanbaru, 13 Maret 2020 - Pukul tujuh pagi di hari Jumat yang cerah, siswa Madrasah Aliyah Negeri 4 Pekanbaru (MAN 4 Pekanbaru) berkumpul di Mushola Al Fatih. Mereka sangat antusias untuk mendengarkan pemaparan kampanye sosial mengenai perundungan (bullying), permasalahan yang sering terjadi di kalangan anak muda saat ini.

 

Acara yang dihadiri oleh sekitar 120 siswa MAN 4 Pekanbaru ini merupakan bentuk inisiatif yang dilakukan oleh bidang kesiswaan MAN 4 Pekanbaru bersama dengan Forum Pemuda Pejuang Dunia Pendidikan (FPPDP) Provinsi Riau dan U-Report Indonesia. Kampanye sosial ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai bullying, apa saja dampak yang ditimbulkan, dan bagaimana cara mengatasinya.

 

Acara ini dibuka dengan presentasi dari Ketua Tim Penjamin Mutu Madrasah (TPMM), Prawira Mahardika, S.Pd selaku Ketua FPPDP Provinsi Riau. Ia menjelaskan bahwa perundungan merupakan masalah bersama di kalangan anak muda dan dibutuhkan kerjasama dari setiap individu melalui kapasitasnya masing-masing untuk menghentikan permasalahan ini.

 

"Bullying bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Saling ejek hingga menggunakan diksi kasar adalah kegiatan bullying yang sangat akrab dalam dialog harian siswa sekolah di Indonesia. Kerjasama peran antar orang tua, guru ataupun orang dewasa di sekitar anak, sangat berpengaruh untuk menekan kegiatan bullying", jelas Prawira.

 

Setelah presentasi oleh Ketua FPPDP Provinsi Riau, acara dilanjutkan dengan edukasi mengenai bullying oleh U-Reporter asal Riau, Shafa Siregar. Dalam penjelasannya, Shafa memberikan informasi mengenai apa saja bentuk-bentuk perundungan dan bagaimana menyikapinya. Selain itu, sebagai U-Reporter, Shafa juga memberikan informasi singkat mengenai U-Report sebagai platform bagi anak muda untuk menyuarakan pendapatnya. Ini merupakan kedua kalinya Shafa melakukan sosialisasi mengenai anti-bullying. Sebelumnya, Shafa juga melakukan kegiatan serupa, yaitu Sosialisasi Cyberbullying dalam rangka Hari Internet Aman Sedunia di SMAN 10 Pekanbaru.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disertai dengan official merchandise dari U-Report bagi siapa saja yang ikut aktif dalam sesi tanya jawab ini. Siswa turut berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan seputar Hari Internet Aman Sedunia dan UNICEF Indonesia.

 

Salah seorang siswa bernama Dwi (16 tahun) merasa senang dengan adanya kampanye sosial ini di sekolahnya. Ia menilai bahwa kampanye sosial ini memiliki manfaat positif, khususnya di kalangan remaja. "Saya sangat senang kunjungan kakak-kakak disini. Kami semangat jadinya kak, semoga bisa ketemu lagi dan bahas hal yang motivasi lagi dan makin rame lagi", jelas Dwi.

 

Perundungan ini nyata terjadi di lingkungan kita, bahkan di lingkungan sekolah, seperti halnya beberapa kasus perundungan yang terjadi di sejumlah sekolah di Indonesia belakangan ini. Untuk itu, kita semua harus bekerjasama dan menjadi upstander (seseorang yang mengambil tindakan terhadap perilaku perundungan), serta berani untuk melapor kepada guru, orang tua, atau orang dewasa terpercaya lainnya, jika melihat kejadian perundungan di sekitar kita.

See by the numbers how we are engaging youth voices for positive social change.
EXPLORE ENGAGEMENT