Opinions Cerita Tentang Kami Engagement Join Now
STORY
Anak-Anak Indonesia Mendeklarasikan Mimpi, Harapan dan Komitmen Mereka pada Peringatan Nasional Hari Anak Sedunia

Dalam peringatan 30 Tahun Konvensi Hak Anak di Kota Surakarta, anak-anak Indonesia yang tergabung dalam Forum Anak menyerukan mimpi, harapan, dan komitmen mereka akan masa depan anak-anak di dunia. Sehari sebelum acara peringatan, sebanyak 150 anak muda dari berbagai daerah bertemu dan merumuskan pernyataan anak dalam Forum Temu Anak Jawa Tengah. Hasil perumusan tersebut kemudian dibacakan oleh 10 perwakilan anak di hadapan publik, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Surakarta.


Temu forum anak ini bertujuan sebagai media bagi anak-anak Indonesia untuk menyampaikan mimpi dan harapan mereka untuk anak-anak di seluruh dunia. Temu forum anak ini juga merupakan bagian dari lanjutan jejak pendapat yang dilakukan oleh U-Report Indonesia pada 8 topik permasalahan yang paling berdampak bagi anak-anak di Indonesia. Pada awal acara forum, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan isu apa saja yang masih menghalangi kesejahteraan anak. Buku paspor anak yang berisi 52 artikel hak anak dalam terjemahan Bahasa Indonesia juga dibagikan untuk menginformasikan anak akan setiap hak yang mereka miliki. 


Dalam forum tersebut, mereka menyampaikan mimpi dan harapan dimana semua anak mendapatkan hak atas identitasnya, informasi yang aman dan terlindungi, tidak ada lagi perkawinan anak, hak atas air bersih, dan perlindungan khusus bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Di samping itu, mereka juga berkomitmen untuk lebih kreatif, inovatif, dan berpikir global, serta berkomitmen untuk menjadi harapan dan bekerja sama menjadi solusi di masa depan.



        Bertepatan dengan 30 tahun Konvensi Hak Anak, Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore menuliskan surat terbuka bagi anak-anak di seluruh dunia. Ia menyampaikan 8 alasan untuk merasa khawatir dan harapan untuk generasi yang akan datang. Poin-poin ini kemudian menjadi rujukan pada Kompetisi Hak Anak yang dilakukan oleh U-Report secara online. Sebanyak 8 karya terbaik yang merepresentasikan surat terbuka tersebut ditampilkan dalam Peringatan Nasional Hari Anak Sedunia, 20 November lalu.


         

          Selain pembacaan deklarasi anak ini, penanaman pohon harapan juga dilakukan dalam peringatan nasional tersebut. Harapan dan mimpi anak-anak digantungkan di pohon yang secara simbolis menggambarkan harapan anak-anak Indonesia yang selalu tumbuh. Di salah satu rangkaian acara itu terdapat peresmian Monumen Konvensi Hak Anak sebagai peringatan 30 tahun sejak diratifikasikannya Hak-Hak Anak pada 1989 lalu.




  

See by the numbers how we are engaging youth voices for positive social change.
EXPLORE ENGAGEMENT